(024) 7460017 wcu@live.undip.ac.id

Kantor Pemeringkatan-Tim Task Force World Class University (WCU) Universitas Diponegoro menyelenggarakan gelar wicara (talkshow) seri kedua “Ben Matching: Bersinergi Membangun Negeri Melalui Riset dan Publikasi” Kerja sama UNDIP-Diaspora Jepang-Korea Selatan dalam rangka membuka peluang kerja sama riset antara dosen-dosen dan peneliti UNDIP dengan dosen dan peneliti diaspora di negara Jepang-Korea Selatan. Gelar wicara ini diselengarakan secara darling melalui Zoom Meeting pada hari Sabtu 6 Maret 2021 mulai pukul 09.00-13.00 WIB dengan jumlah peserta pertemuan sebanyak 175 orang.

Zoom meeting dibuka pada pukul 08.45, dan resmi dimulai pada pukul 09.00. Acara ini dibuka dan dimoderatori oleh Prof. Dr. Denny N.S. S.T., M.Si. (Kepala Kantor Pemeringkatan UNDIP). Setelah pembukaan acara, dilanjutkan doa bersama dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Sambutan oleh Wakil Rektor IV UNDIP Prof. Dr. Ambariyanto mewakili Rektor UNDIP. Dalam sambutannya, Prof Ambariyanto mengungkapkan kolaborasi riset dan publikasi antara dosen-dosen dan peneliti UNDIP dengan peneliti diaspora di negara Jepang-Korea Selatan bisa dilaksanakan karena perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang harus dikejar dengan kerja sama antar negara.

Acara inti gelar wicara ini diawali oleh narasumber pertama, Dr. Eng. Muhammad Aziz dari The University of Tokyo, Jepang dengan presentasi mengenai “Lab Introduction and Collaboration”. Lalu dilanjutkan oleh Dr. Eng. Dionysius M. Siringoringo dari Yokohama National University, Jepang dengan presentasi tentang “Safety and Resilience of Infrastructure and Infrastructure System”. Pembicara ketiga adalah Davin H. E. Setiamarga, Ph.D  dari Wakayama College, Jepang yang mempresentasikan Molecular Biology of Biodiversity and Environment. Penyaji keempat adalah Yonathan Asikin, Ph.D dari University of The Ryukyus, Jepang yang mempresentasikan “Research Collaboration with University of Ryukyus”. Dan pembicara terakhir dari Jepang Dr. Mya Dwi Rostika dari Daito Bunka University, dengan presentasi mengnai “Project Penelitian Kebudayaan dan Sospol Jepang-Indonesia”. Penyaji berikutnya adalah diaspora dari Korea Selatan, yang diawali oleh Gregorius Rionugroho H., Ph.D dari Benit M. Co., Ltd., Korea Selatan dengan presentasi tentang “profil Singkat APIK dan Iklim Inovasi di Korea”. Dilanjutkan oleh pembicara kedua Ivan Kristianto Singgih, Ph.D dari Korea Advanced Institute of Science & Technology, Korea Selatan yang menyampaikan materi “Research Collaboration with KAIST and APIK”. Selanjutnya, pembicara ketiga, Tabita Dameria Marbun, Ph.D dari Kyungpook National University, Korea Selatan yang mempresentasikan “Research Topic and Possibility to Elaborate Animal Science”. Lalu dilajutkan pembicara keempat, Dr. Eng Handityo Aulia Putra dari Keimyung University, Korea Selatan yang menyampaikan presentasi “The Development of AI Research”. Kemudian diakhiri oleh pembicara kelima, Yosheph Yang, Ph.D dari Sejong University, Korea Selatan yang mempresentasikan “Hypersonic Flow Research Overview”. Pembicara dari UNDIP diwakili oleh Prof. Dr. Rahayu, S.H., M.Hum selaku Sekretaris LPPM Universitas Diponegoro.

Sesi tanya jawab dan diskusi berlangsung selama satu jam dengan menampung sekitar enam penanya. Para peserta memunculkan pertanyaan/permintaan antara lain meminta kontak para penyaji, meminta salindia presentasi penyaji, dan menanyakan kemungkinan kolaborasi penelitian dan publikasi antara UNDIP dengan universitas-universitas di Jepang dan Korea Sesuai, minimal dengan universitas afiliasi para pembicara. Para Pembicara juga menjawab pertanyaan tentang tahapan karir sebagai peneliti di Jepang dan Korea Selatan. Selain itu, juga ada permintaan kemungkinan penelitian terhadap sisi psikologis (career resilience) para diaspora dalam  mengembangkan karier di negeri orang. Para penyaji yang merupakan diaspora berkenan membagi info tentang kemungkinan kerja sama antar universitas yang bisa dijalin dengan Universitas Diponegoro. Atas kebaikan hati mereka, nomor kontak institusi dan email juga mereka bagi pada peserta agar bisa menjalin komunikasi lebih lanjut. Para diaspora menekankan pada dibentuknya MoU antara UNDIP dengan universitas mitra. Konsep kerja sama antar Universitas yang bagus sekali juga tercetus dalam gelar wicara ini, yaitu perlunya “mutual collaboration” dan “sustainable research spirit and performance” agar kedua universitas yang menjalin kerja sama merasakan manfaat bagi keduanya. Kemudian acara ini ditutup oleh Wakil Rektor IV UNDIP, Prof. Ambariyanto dengan menitip pesan pada para diaspora yang menjadi penyaji agar tetap menjaga komunikasi dengan UNDIP dan meminta mereka bersedia menjadi jembatan kerja sama antara UNDIP dengan universitas di mana para diaspora tersebut berkarya.

Link materi pembicara yang diterima panitia:

  1. Eng. Muhammad Aziz, Link Materi
  2. Yonathan Asikin, Ph.D, Link Materi
  3. Gregorius Rionugroho H., Ph.D, Link Materi
  4. Ivan Kristianto Singgih, Ph.D, Link Materi
  5. Eng Handityo Aulia Putra, Link Materi
  6. Yosheph Yang, Ph.D, Link Materi